yazik.info Programming Klasifikasi Filum Arthropoda Pdf

KLASIFIKASI FILUM ARTHROPODA PDF

Monday, March 4, 2019


number of ecological niches. Phylum Arthropoda. Subphylum Trilobitomorpha. Class Trilobita. Subphylum Chelicerata. Class Merostomata. Class Pycnogonida. Klasifikasi ilmiah. Kingdom: Animalia Tactopoda adalah klad hewan protostomia yang meliputi fila Tardigrada dan Arthropoda. Filum Arthropoda. Klasifikasi ilmiah. Kingdom: Animalia. Filum: Arthropoda of Gnathiidae ( Crustacea, Isopoda, Cymothoida) from seamounts off northern New Zealand" ( PDF).


Klasifikasi Filum Arthropoda Pdf

Author:LARISA DEGADO
Language:English, Spanish, Dutch
Country:Mozambique
Genre:Business & Career
Pages:380
Published (Last):14.08.2015
ISBN:915-6-56202-215-3
ePub File Size:25.60 MB
PDF File Size:10.37 MB
Distribution:Free* [*Register to download]
Downloads:49029
Uploaded by: JANNA

Download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd Morfologi. Peranan Filum Arthropoda Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan bagi. PHYLUM ARTHROPODA: Subphylum Crustacea: Class Branchiopoda: Suborder 97, pp. yazik.info View tabel yazik.info from AA 1Taksa Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Ciri Utama ∑ Individu. yazik.info; No School; AA 1 - Fall Logica2.

Ekosistem-ekosistem regional seperti daerah padang rumput, hutan hujan tropik dan hutan gugur daun adalah bioma biome.

Related titles

Sistem kehidupan atau sistem hayati life system adalah suatu satuan ekologi yang merupakan bagian dari ekosistem yang menentukan eksistensi, kelimpahan dan evolusi dari populasi tertentu. Dari segi ini, ekosistem dapat dianggap sebagai himpunan sistem-sistem kehidupan yang saling mengunci interlocking life system. Jaring-jaring makanan, rantai makanan dan hubungan trofik Makanan sebagai sumber energi adalah salah satu komponen esensial untuk kelangsungan hidup yang dapat membatasi pertumbuhan populasi.

Hubungan trofik merupakan pola hubungan produksi dan konsumsi bahan makanan antar spesies dalam ekosistem, atau dalam ungkapan sederhana: apa yang dimakan oleh suatu makhluk dan siapa yang memakan makhluk yang bersangkutan.

Jika ini diteruskan dengan beberapa spesies maka terbentuklah suatu rantai atau bahkan beberapa rantai yang saling berhubungan dan membentuk jaring-jaring, yang dikenal sebagai rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Pola hubungan aras trofik trophic levels tampak sangat sederhana tetapi kenyataan menunjukkan bahwa jaring-jaring makanan dapat menjadi sangat kompleks. Sinar matahari merupakan sumber utama penghasil makanan melalui proses fotosintesis.

Sedangkan konsumen heterotrof adalah semua jenis makhluk hidup di luar tumbuh-tumbuhan dan bakteria yang hidupnya tergantung dari tersedianya makhluk hidup produsen.

Also read: LEE CHILD EBOOK

Sistem hubungan trofik dapat diberikan contoh, tegakan jati yang diserang rayap inger-inger Neotermes tectonae Damm. Contoh lain adalah ayam yang memangsa cacing tanah, dimangsa oleh musang, sedangkan musang dimangsa oleh harimau.

Pada contoh kedua ayam berada pada posisi ketiga karena cacing tanah makan humus yang berasal dari serasah bahan tumbuhan sedangkan musang keempat, dan harimau kelima. Dalam contoh ini baik ayam, musang dan harimau adalah karnivora makhluk pemakan hewan tetapi sebenarnya ayam yang makan cacing tanah tidak mutlak termasuk karnivora melainkan omnivivora yang dapat makan tumbuhan maupun hewan sedangkan harimau dan musang lebih bersifat karnivora.

Sebagaimana halnya ayam, manusia juga termasuk omnivora karena kita gemar makan kambing dan ayam dan sekaligus juga nasi, jagung dan sayur kubis. Herbivora makhluk pemakan tumbuhan adalah konsumen primer, sedangkan karnivora dapat dikategorikan kepada konsumen sekunder dan tertier.

Serangga biasanya berada pada posisi kedua dan ketiga dalam rantai makanan.

Berbagai hewan memiliki perilaku makan yang berbeda menurut musim. Misalnya serigala Spitzbergen di dekat kutub Utara pada musim dingin bersifat saprofag memakan sisa-sisa jasad hidup yang telah mati di perairan beku, sedangkan pada musim panas memangsa burung-burung, serangga dan tumbuhan.

Beberapa jenis serangga berperilaku makan yang berbeda pula pada tahap-tahap perkembangannya.

Serangga holometabola seperti kupu-kupu jelas menunjukkan sifat ini. Nyamuk pada stadium larva makan jasad renik dalam air, pada stadium dewasa mengisap darah vertebrata.

Oh no, there's been an error

Karena makanan seringkali tidak tersedia dalam kuantitas yang memadai, serangga holometabola yang mengalami metamorfosis sempurna seperti Lepidoptera Coleoptera, Hymenoptera dan Diptera yang makanannya berbeda pada stadium larva dan imago selalu menghindar dari persaingan makanan dalam spesiesnya intra-spesies. Sifat adaptasi ini menyebabkan keberhasilan eksistensi serangga holometabola, yang mencakup 85 persen dari seluruh spesies serangga.

Sisanya 15 persen adalah serangga hemimetabola yang pada stadium dewasa dan pradewasa memiliki morfologi dan perilaku makan yang sangat mirip satu dengan yang lain. Studi populasi bertujuan untuk menjelaskan dan meramalkan perkembangan suatu populasi.

Dalam studi ini acapkali dipergunakan model untuk menjelaskan sistem serta hubungan-hubungannya dapat diberikan secara kualitatif maupun kuantitatif. Model adalah simplifikasi dari suatu sistem, yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Untuk menyatakan bahwa hama kutu loncat, Heteropsylla sp. Dengan curah hujan yang kurang, pucuk lamtoro sebagai makanan kutu akan berkurang, pemangsa kutu loncat Curinus coeruleus akan menurun populasinya dan mungkin akan kesulitan memperoleh mangsa yang lain.

Dengan berkurangnya predator, kemungkinan pada musim kemarau tahun berikutnya populasi kutu akan naik. Turun naiknya populasi kutu daun berlangsung terus dalam bentuk siklus dua tahunan sehingga kurva trayektori populasi berlangsung turun naik osilasi. Dasar-dasar pernyataan yang bersifat deskriptif ini telah memadai, jika faktor penentu naik turunnya populasi kutu loncat semata-mata hanya faktor curah hujan dan pemangsanya.

Untuk mendapatkan model yang lebih baik, wawasan kajian perlu diperluas dengan memasukkan faktor-faktor lain seperti informasi mengenai pengaruh curah hujan yang tinggi terhadap pertumbuhan lamtoro, musuh-musuh lain dari kutu lamtoro parasit, parasitoid , kemungkinan imigrasi individu kutu loncat dari tempat lain, sifat genetik dan perilaku kutu loncat, dan seterusnya.

Karena faktor yang menentukan naik turunnya populasi organisme tidak semata-mata hanya tergantung pada curah hujan dan pemangsanya saja. Berbagai faktor perlu diketahui kemudian dicari besarnya pengaruh setiap faktor terhadap faktor yang lain yang juga mungkin merupakan faktor yang menentukan untuk faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi obyek yang kita kaji. Penelitian ekologi populasi merupakan pencarian jawaban atas berbagai pertanyaan seperti bagaimana perilaku pertumbuhan populasi jenis hayati A?

Bagaimana nasib hutan hujan tropik Indonesia nanti setelah tahun ? Atau, berapa pengaruh hutan kita dalam memasok oksigen di atmosfer pada tahun ? Banyak jawaban atas masalah-masalah seperti disebutkan di atas dapat diberikan secara deskriptif tetapi ketepatan atau lebih tepat bila dikatakan kesimpulan yang mendekati tepat cenderung lebih mudah untuk diyakini bila semua pengaruh, kaitan, fungsi, derivasi dan kecenderungan perilaku yang kita kaji itu dianalisis dengan metode kuantitatif agar kesimpulan yang diambil tidak terlampau samar-samar, dan ketidak-tepatan yang dihasilkan dapat diumpan-balikkan kepada proses kajian kita untuk diulangi kembali sehingga diperoleh hasil yang lebih tajam.

Kepustakaan: Begon, M, J. Harper dan C. Townsend Ecology: Individuals, Populations and Communities. Blackwell Sci. Hoffmann, M. Insect Biology and Ecology: A Primer. Krebs, C. Meyer, John R. Odum, E. Fundamental of Ecology. Junior synonym of pennsylvanicus: Creighton, a: See also: Creighton, a: ; Smith, M.

Unless otherwise noted the text for the remainder of this section is reported from the publication that includes the original description. Description Worker Wheeler - Major and minor. Differing from Camponotus herculeanus in sculpture, pilosity and color.

tabel klasifikasi.docx - Taksa Filum Kelas Ordo Famili

The head and thorax are somewhat less coarsely shagreened and appear therefore more shining. This is especially true of the sides and posterior corners of the head.

The gaster is opaque and very coarsely shagreened, with the punctures that bear the pubescence larger and more transversely elongated. The hairs and pubescence are more abundant and longer than in whymperi and Camponotus modoc and of a pale yellow or white color.

On the gaster, the pubescence is extremely long and takes the form of dense, appressed hairs which conceal the ground surface and give this region of the body an ashy tint and silky luster.

In what may be regarded as the typical form of the subspecies, the body, including the posterior margins of the gastric segments is black throughout, with only the antennal funiculi, tarsi and articulations of the legs dark brown or reddish. In many major workers, however, and especially in minor workers, the mandibles, antennal scapes, legs, pleurae and petiole may vary from very deep to pale red.

Queen Wheeler - Resembling the worker major, but the whole thorax and gaster are more shining, as in the female whymperi; hairs and pubescence shorter than in the worker major, especially on the gaster, which has the pubescence only a little longer and denser than in whymperi. Male Wheeler - IndistinguIshable from the male of whymperi; black throughout, with only the antennal funiculi and tarsi brown. Wings often as deeply tinged with brown as in the female. References Buren, W.

A list of Iowa ants. Iowa State Coll.

The ants of North America. Stockholm: Pierre Hesselberg, pp. McGill, V.

Kapoor, and V. Cacing tanah memiliki sedikit satae rambut halus dan pendek. Contoh dari Polychaeta adalah Cacing Laut Nereis yang memiliki banyak satae pada tiap segmennya. Contoh dari Kelas Hirudinae adalah Lintah yang hidup di air tawar dan Pacet yang hidup di darat.

Artropoda memiliki nama lain yaitu hewan berbuku-buku. Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan yang memiliki kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata. Coelenterata atau cnidaria Coelenterata atau cnidaria adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.

Rongga tubuh berfungsi sebagai alat pencernaan gastrovaskuler. Golongan Coelenterata merupakan avertebrata yang sebagian besar hidupnya dilaut. Ukuran tubuhnya merupakan yang paling besar baik yang soliter maupun yang berbentuk koloni jika dibandingkan dengan invertebrata lainnya. Cara hidupnya yang melekat didasar perairan, disebut polip, ada yang berenang bebas disebut medusa.

Coelenterata memiliki anggota sekitar 9. Coelenterata atau juga dikenal dengan Cnidaria merupakan avertebrata yang memiliki tubuh berongga. Bentuk tubuh Coelenterata ada 2, yaitu bentuk tubuh Polip seperti pada Hydra atau Karang dan Medusa seperti pada Ubur-ubur.

Related titles

Coelenterata memiliki 2 lubang tunggal pada tubuhnya, salah satu diantaranya sebagai mulut dan yang lainnya sebagai anus.Sedangkan Forcipules adalah modifikasi dari pasangan pertama kaki , membentuk menjepit -seperti embel selalu menemukan tepat di belakang kepala.

Mycosphere Essay Banyak jawaban atas masalah-masalah seperti disebutkan di atas dapat diberikan secara deskriptif tetapi ketepatan atau lebih tepat bila dikatakan kesimpulan yang mendekati tepat cenderung lebih mudah untuk diyakini bila semua pengaruh, kaitan, fungsi, derivasi dan kecenderungan perilaku yang kita kaji itu dianalisis dengan metode kuantitatif agar kesimpulan yang diambil tidak terlampau samar-samar, dan ketidak-tepatan yang dihasilkan dapat diumpan-balikkan kepada proses kajian kita untuk diulangi kembali sehingga diperoleh hasil yang lebih tajam.

Modified from Racek and Dall 1. These cockroaches usually enter homes only occasionally when foraging for food, water or warmth.